TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU — Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat dalam menunjang mobilitas kendaraan bermotor maupun aktivitas ekonomi harian. Namun, tingginya kebutuhan ini sering kali memicu perburuan BBM bersubsidi hingga kerap menimbulkan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setempat.
Dalam praktiknya, BBM bersubsidi tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat luas, tetapi juga sering kali dibeli dalam skala besar oleh sektor usaha, pertanian, hingga UMKM untuk menunjang operasional mereka.
Berdasarkan pantauan langsung tim terbitjabar.com di salah satu SPBU wilayah Lohbener, Kabupaten Indramayu, sebuah kendaraan “Grandong mini” bermuatan jerigen tampak tengah mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan kritis di tengah masyarakat. Pasalnya, BBM bersubsidi secara regulasi seharusnya diprioritaskan bagi masyarakat golongan menengah ke bawah.
Ironisnya, fasilitas negara tersebut justru kerap dinikmati oleh sektor usaha atau perusahaan dengan dalih telah mengantongi izin dari pihak terkait.
Saat dikonfirmasi, salah satu operator SPBU yang sedang bertugas memberikan tanggapan terkait praktik pembelian BBM bersubsidi menggunakan jerigen.
Menurutnya, tindakan tersebut diperbolehkan asalkan pembeli dapat menunjukkan izin resmi dari instansi berwenang.
“Mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite boleh, asalkan sudah ada izinnya,” ujar operator tersebut kepada awak media, Senin (27/7/2026).
Kendati demikian, Pihak pengelola berdalih telah mengantongi izin usaha, persoalan mengenai batasan volume pembelian serta asas kepatuhan terhadap distribusi subsidi yang tepat sasaran tetap menjadi sorotan penting.
Praktik pengisian menggunakan jerigen dalam skala besar, dikhawatirkan dapat merugikan masyarakat kecil yang berhak menikmati subsidi BBM dari pemerintah.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak manajemen SPBU Celeng Lohbener yang bersangkutan terkait pengawasan pembelian BBM bersubsidi tersebut.








5 pemikiran pada “Marak Pembelian BBM Bersubsidi Jenis Pertalite Pakai Jerigen”