TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Nasib pilu menimpa Kusnia (21), seorang warga Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Niat hati ingin memperbaiki ekonomi keluarga dengan bekerja di luar negeri, Kusnia justru diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan di Tiongkok.
Kasus ini resmi diadukan oleh sang ibu, Dartem (52), ke Sekretariat Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu di Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, pada Minggu (10/5/2026) sore.
Aksi dugaan perdagangan orang ini bermula pada Desember 2025. Kusnia, yang merupakan lulusan SMP, ditawari oleh seorang kenalannya untuk bekerja di sebuah restoran di China. Tergiur dengan janji manis serta fasilitas pembiayaan yang sepenuhnya ditanggung agensi, Kusnia pun memantapkan niatnya.
“Katanya ditawari kerja di restoran. Yang menawarkan itu kenal sama Kusnia. Awalnya diceritakan yang bagus-bagus saja,” ungkap Dartem dengan nada sedih.
Tanpa menaruh curiga, seluruh dokumen keberangkatan diurus oleh pihak agensi. Tepat pada 20 Desember 2025, Kusnia terbang ke China menggunakan visa turis.
Setibanya di negeri tirai bambu, janji bekerja di restoran tak pernah terwujud. Kusnia justru dibawa ke sebuah lokasi penampungan dan dipaksa menikah dengan seorang pria warga negara China.
Dartem menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin atau menandatangani dokumen persetujuan pernikahan anaknya. Ia menduga kuat pihak agensi telah memalsukan dokumen persyaratan nikah atas namanya.
“Itu dokumen dipalsukan, dibuat semua oleh agensi. Saya sama sekali tidak memberi izin untuk pernikahan itu,” tegas Dartem keluarga korban.
Penderitaan Kusnia semakin memuncak saat ia mulai tinggal bersama pria yang disebut sebagai suaminya tersebut. Berdasarkan pengakuan Kusnia kepada ibunya melalui sambungan telepon, ia kerap mendapatkan perlakuan kasar dan penyiksaan fisik.
Penyiksaan tersebut dipicu lantaran Kusnia menolak melayani permintaan sang suami yang dinilai menyimpang. Akibat penolakan itu, Kusnia dilaporkan kerap ditendang hingga dipukuli oleh pria tersebut.
Hingga saat ini, pihak keluarga melalui SBMI Indramayu berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera turun tangan untuk menyelamatkan Kusnia dan memulangkannya ke tanah air, serta mengusut tuntas sindikat yang terlibat dalam kasus ini.














