TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Pagi yang tenang di Kecamatan Balongan berubah menjadi pilu saat matahari belum sepenuhnya menampakkan diri, Sabtu (14/2/2026).
Di tengah kesunyian sekitar pukul 05.00 WIB, sebuah teriakan histeris memecah fajar, mengabarkan sebuah duka mendalam yang menyayat hati warga setempat.
Seorang ibu muda berinisial KN (27), yang seharusnya menyambut pagi bersama dua buah hatinya yang masih kecil, ditemukan tak bernyawa.
Tubuhnya ditemukan kaku tergantung di pintu samping rumahnya, menyisakan luka batin yang teramat dalam bagi sang suami yang pertama kali menemukannya.
Malam Terakhir yang Tenang
Kejadian memilukan ini menyisakan tanda tanya besar bagi sang suami. Kapolsek Balongan, AKP Dedi Wahyudi, menceritakan bahwa malam sebelumnya tidak ada gelagat aneh. Korban dan suaminya masih sempat beristirahat dan tidur bersama di dalam kamar.
Namun, saat terbangun di pagi hari, sang suami mendapati ruang di sampingnya telah kosong. Pencarian singkat itu berakhir dengan pemandangan yang menghancurkan jiwa: istrinya telah pergi selamanya, tergantung dengan sehelai kain selendang di ambang pintu.
Duka di Balik Sulitnya Ekonomi
Di balik kain selendang yang merenggut nyawanya, tersimpan beban hidup yang tampaknya terlalu berat untuk dipikul sendiri. Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi, kuat dugaan aksi nekat ini dipicu oleh himpitan ekonomi yang mencekik keluarga kecil tersebut.
“Dari keterangan saksi Catu Uripah, yang merupakan teman sekaligus tetangga korban, KN sebelumnya memang sempat mengeluh tentang beratnya beban ekonomi keluarganya,” ungkap AKP Dedi Wahyudi dengan nada prihatin.
Pemeriksaan medis di RSUD Indramayu mengonfirmasi kepedihan fisik yang dialami korban di detik-detik terakhirnya.
Luka jerat di leher dan pecahnya pembuluh darah pada mata menjadi saksi bisu betapa berat pergulatan batin yang ia alami hingga tak ada lagi tanda kekerasan lain yang ditemukan pada tubuhnya.
Pesan di Balik Tragedi
Kini, rumah duka telah diselimuti isak tangis saat jenazah KN dipulangkan untuk dimakamkan. Kepergian KN meninggalkan lubang besar bagi kedua anaknya yang kini kehilangan pelukan hangat seorang ibu.
Menyikapi tragedi memilukan ini, pihak kepolisian memberikan pesan menyentuh kepada masyarakat agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi badai kehidupan.
“Kami mengimbau warga untuk tidak memendam beban hidup sendirian. Jika merasa tertekan, carilah teman bicara, keluarga, atau tokoh masyarakat. Jangan menyerah pada keadaan,” pungkas Kapolsek.**














