TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Universitas Wiralodra (Unwir) mencatatkan tinta emas dalam sejarah perjalanannya. Setelah menanti selama 43 tahun sejak berdiri, kampus kebanggaan masyarakat Indramayu ini akhirnya resmi mengukuhkan dua Guru Besar pertama melalui Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar di Aula Nyi Endang Darma Ayu Convention Hall, Rabu (7/1/2026).
Dua akademisi yang menorehkan sejarah tersebut adalah Prof. Dr. Ujang Suratno, S.H., M.Si., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Hak Kekayaan Intelektual, dan Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd., sebagai Guru Besar Bidang Manajemen Sumber Daya Pendidikan.
Intelektualitas yang Adaptif
Dalam orasi ilmiahnya, kedua profesor tersebut menekankan urgensi pengembangan keilmuan yang adaptif terhadap dinamika zaman.
Mereka menyoroti bagaimana kontribusi akademik harus mampu menjawab tantangan riil di sektor hukum, pendidikan, serta pembangunan sumber daya manusia di Indonesia yang kian kompleks.
Acara pengukuhan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Bupati Indramayu Lucky Hakim, Wakil Bupati Syaefudin, S.H., M.H., serta Rektor Unwir Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, M.E., M.H. Hadir pula jajaran Senat Akademik, Ikatan Alumni (IKA) Unwir, serta sejumlah akademisi senior seperti Dr. Uud Wahyudi (FIKOM) dan Prof. Dr. Dedi Rusdianto.
Optimisme di Tengah Isu Internal
Rektor Universitas Wiralodra, Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, menegaskan bahwa lahirnya dua Guru Besar ini adalah modal kuat untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun, di balik seremonial yang khidmat, Rektor secara terbuka menyinggung kondisi institusi yang masih memerlukan perbaikan.
“Pengukuhan ini diharapkan mampu membawa Universitas Wiralodra semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional, meskipun saat ini kampus masih dihadapkan pada sejumlah isu internal terkait manajemen,” ungkap Yuddy dalam sambutannya.
Meski diterpa tantangan manajerial, pihak rektorat optimistis bahwa pencapaian akademik tertinggi ini akan menjadi katalisator bagi dosen-dosen lain untuk segera menyusul, sekaligus memperkuat posisi Unwir sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Momentum Perubahan
Capaian ini bukan sekadar gelar seremonial, melainkan simbol kebangkitan akademik bagi Unwir. Kehadiran dua Guru Besar ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap akreditasi institusi dan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Indramayu.
Kini, publik menunggu langkah nyata dari manajemen Universitas Wiralodra untuk menyelaraskan prestasi akademik ini dengan perbaikan tata kelola internal demi mewujudkan visi kampus yang benar-benar berdaya saing global.














