Songsong Muktamar Ke-35, Kader dan Warga NU Cirebon Raya Gelar Dialog Kebangsaan

boniterbitjabar

Dialog Kebangsaan tersebut mengusung tema besar: “Menghidupkan Spirit Kepemimpinan Sunan Gunung Jati dan Ideologi Gus Dur

TERBITJABAR.COM | CIREBON – Sejumlah kader dan warga Nahdlatul Ulama (NU) Cirebon Raya bersiap menggelar Dialog Kebangsaan sebagai ruang refleksi untuk memperkuat gagasan kepemimpinan berbasis nilai spiritual, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Kegiatan yang rencananya dilaksanakan pada hari Senin, 13 Juli 2026, ini akan bertempat di Pendopo Paseban Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon.

Dialog Kebangsaan tersebut mengusung tema besar: “Menghidupkan Spirit Kepemimpinan Sunan Gunung Jati dan Ideologi Gus Dur Menyongsong Pemimpin yang Memakmurkan Warga NU di Tengah Arus Pragmatisme”.

Acara ini sekaligus menjadi momentum krusial menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di kompleks Makam Sunan Gunung Jati memiliki makna historis yang mendalam.

Cirebon merupakan pusat sejarah peradaban Islam yang tidak lepas dari sosok Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap dapat ngalap berkah dari spirit kepemimpinan Sunan Gunung Jati, seorang pandhita-raja yang dikenal mampu memadukan nilai spiritual, politik, serta kebijaksanaan dalam membangun masyarakat.

Di tengah tantangan politik yang semakin pragmatis, NU dinilai membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya piawai dalam organisasi dan politik, tetapi juga teguh menjaga nilai perjuangan, memperkuat kelembagaan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi warga NU, umat, bangsa, dan negara.

Maqolah Almarhum KH.Mukhlas Alwan, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas Babakan Ciwaringin Cirebon

Selain mengakar pada pemikiran Sunan Gunung Jati, dialog ini juga akan membedah warisan kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sosok Gus Dur dikenal luas membawa gagasan kepemimpinan yang berpijak pada tiga pilar utama: keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan, dengan kepedulian besar terhadap demokrasi, keadilan sosial, serta perlindungan kelompok marjinal.

Sejumlah tokoh nasional dan lokal dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama. Di antaranya adalah Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj (Ketua Umum PBNU periode 2010-2021 sekaligus tokoh pemikir Islam Nusantara), Dr. KH Husein Muhammad (Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Cirebon), dan KH Zamzami Amin (Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon).

Selain itu, hadir pula Dr. Sholeh Basyari (Direktur Center for Southeast Asian and Islamic Studies/CSIIS) serta Muhammad Sholihin (Ketua Aliansi Santri Gus Dur).

Diskusi ini akan melibatkan berbagai elemen warga NU secara inklusif, mulai dari tokoh masyarakat, kiai, pengasuh pesantren, aktivis organisasi otonom (banom) NU seperti GP Ansor dan PMII, hingga santri dan kalangan mahasiswa.

Mereka akan merumuskan sejumlah isu strategis, mulai dari kepemimpinan spiritual, perjuangan sosial, hingga taktik menjaga idealisme NU di tengah kuatnya arus politik transaksional.

Melalui dialog ini, para peserta diharapkan dapat merumuskan kriteria pemimpin ideal yang mampu membawa kemakmuran bagi warga NU dan masyarakat luas.

Hasil akhir dari pertemuan ini ditargetkan berupa rekomendasi kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai luhur Sunan Gunung Jati dan Gus Dur, sekaligus memperkuat kesadaran politik warga NU agar tetap setia pada koridor keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang konsolidasi pemikiran demi lahirnya kepemimpinan PBNU mendatang yang kokoh secara institusi, teguh menjaga tradisi ulama, serta memberikan manfaat nyata.

Semangat ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif menuju terwujudnya keadilan sosial dan kemakmuran masyarakat Indonesia secara lahir maupun batin.

4 pemikiran pada “Songsong Muktamar Ke-35, Kader dan Warga NU Cirebon Raya Gelar Dialog Kebangsaan”

Tinggalkan komentar

Hot Nows ionicons-v5-c