TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Indramayu mulai berdampak pada sektor pertanian. Puluhan hektare sawah di Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, terancam gagal tanam akibat terendam luapan air sungai, Pada Hari Senin (19/1/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, debit air yang tinggi mengalir deras dari arah hulu menuju hilir melampaui kapasitas sungai.
Akibatnya, air meluap dan menggenangi areal persawahan yang membentang di sepanjang aliran sungai tersebut.
Menurut keterangan warga setempat, debit air mulai meningkat secara signifikan sejak Minggu malam. Hingga Senin siang, hamparan sawah milik petani terpantau sudah tertutup genangan air yang cukup dalam.
“Air mulai naik dari hari Minggu, dan sampai hari Senin ini intensitasnya makin tinggi hingga memenuhi sawah,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Kecemasan Petani di Musim Rendeng
Kondisi ini memicu kecemasan mendalam bagi para petani setempat. Saat ini, para petani sedang memasuki masa tanam musim rendeng (kemarau ke hujan) kedua.
Tingginya curah hujan di awal Januari 2026 ini di luar prediksi mereka, sehingga mengancam benih padi yang baru saja ditanam.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih merendam kawasan pesawahan di Desa Telagasari. Belum ada tanda-tanda air akan surut, sementara para petani hanya bisa pasrah sembari berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan normalisasi saluran irigasi atau memberikan bantuan teknis.














