TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) di Desa Panyingkiran Kidul, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, kini tengah menjadi sorotan publik, Proyek yang seharusnya sedang dalam tahap pengerjaan aktif ini terpantau sepi dari aktivitas pekerja di lapangan.
Kondisi tersebut ditemukan saat awak media Terbitjabar.com melakukan kontrol sosial guna memastikan progres pembangunan proyek pemerintah tersebut pada Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, area pengerjaan tampak kosong tanpa ada satu pun pekerja yang beraktivitas, padahal pengerjaan proyek masih berjalan sesuai kalender kerja yang telah ditetapkan.
Nanto, salah satu awak media yang melakukan pemantauan, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai bahwa mandeknya aktivitas di lapangan dapat mengindikasikan adanya keterlambatan progres pengerjaan yang tidak sesuai dengan jadwal.
“Kami melakukan kontrol sosial untuk memastikan jalannya proyek ini. Namun, kenyataannya di lapangan justru tidak ada kegiatan pengerjaan sama sekali yang seharusnya segera diselesaikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujar Nanto.
Menanggapi sorotan tersebut, awak media segera melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa (Kuwu) Panyingkiran Kidul, Sugianto. Melalui sambungan telepon, Sugianto membantah jika proyek tersebut dikatakan mangkrak.
BACA JUGA :
Antisipasi Banjir, BBWS Cimanuk Cisanggarung Sosialisasikan Proyek CWC-31
Dibayangi Kesesuaian Standar Teknis, Proyek Jalan Tembaga Indramayu Rp3,3 Miliar Dalam Sorotan
Ia berdalih bahwa kondisi sepi di satu titik lokasi disebabkan karena tenaga kerja harus dibagi ke lokasi lain secara bersamaan. Menurutnya, pengerjaan proyek P3A-TGAI ini dilaksanakan di dua blok berbeda di wilayah desa tersebut.
“Lokasi pengerjaan proyek tersebut ada dua titik yang secara bersamaan masih dalam pengerjaan oleh tenaga pekerja harian,” terang Sugianto singkat.
Meski telah diberikan klarifikasi, kondisi di lapangan masih menyisakan tanda tanya besar di mata publik. Muncul spekulasi apakah pembagian tenaga kerja di dua lokasi tersebut memang menjadi strategi teknis, ataukah terdapat upaya efisiensi anggaran yang berlebihan dengan meminimalisir jumlah pekerja hingga pengerjaan terasa melambat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak desa maupun pihak pelaksana proyek terkait kendala teknis atau rincian progres riil di lapangan.
Publik berharap agar pengerjaan proyek P3A-TGAI dapat dilakukan secara transparan dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Reporter: Nanto








5 pemikiran pada “Proyek P3A-TGAI di Desa Panyingkiran Kidul Jadi Sorotan, Diduga Minim Pekerja di Lapangan”