Terbit Daerah

Polsek Sindang Indramayu Telusuri TKP Pengeroyokan Pemotor di Jalan Raya Pecuk

Olah TKP di Jalan Raya Pecuk Desa Panyindangan kulon (Foto: Boni)

Polsek Sindang Indramayu Telusuri TKP Pengeroyokan Pemotor di Jalan Raya Pecuk
Polsek Sindang Indramayu Telusuri TKP Pengeroyokan Pemotor di Jalan Raya Pecuk

TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Menjaga Kamtibmas Kepolisian Sektor (Polsek) Sindang bergerak cepat menelusuri Tempat Kejadian Perkara (TKP) dugaan aksi penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Desa Panyindangan Kulon, Kabupaten Indramayu.

​Penelusuran tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Sindang Kalim,S.H bersama Aipda Solehudin.

Didampingi warga serta pamong desa setempat, petugas menyisir lokasi kejadian dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti sandal yang diduga milik korban serta pecahan botol kaca.

​Berdasarkan keterangan warga setempat, aksi pengeroyokan tersebut diperkirakan terjadi pada Jum’at (23/10/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

​Peristiwa bermula saat seorang pengendara sepeda motor melintas dari arah Jembatan Pecuk sambil menggeber knalpot kendaraannya dengan suara keras.

Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara tersebut berputar arah hingga tiba-tiba dilempari botol oleh sekelompok OTK.

​”Pengendara motor datang dari arah Jembatan Pecuk, lalu berputar. Tiba-tiba dilempari botol sampai terjatuh dan langsung dipukuli oleh orang-orang tidak dikenal,” ujar salah seorang warga kepada awak media di lokasi kejadian, Sabtu (24/10/2026).

​Aksi kekerasan ini sempat direkam dan mendadak viral di berbagai platform media sosial, hingga memicu keprihatinan warga net.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Sindang masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik pelemparan botol dan pengeroyokan tersebut, serta mengidentifikasi para pelaku.

Sementara itu, pihak dari keluarga korban maupun kepolisian belum memberikan keterangan resmi lanjutan terkait kondisi korban saat ini.

Redaksi

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *