TERBITJABAR.COM | TEHERAN – Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran secara resmi mengumumkan pencapaian besar dalam konfrontasi militer dan diplomatik terbarunya terkait perang dengan AS.
Dalam pernyataan yang dirilis hari ini Rabu (8/4/2026), otoritas tertinggi keamanan Iran tersebut mengklaim bahwa hampir seluruh tujuan perang telah tercapai, sekaligus menyatakan bahwa musuh telah berada dalam posisi “ketidakberdayaan historis.”
Pengumuman ini disampaikan menyusul arahan langsung dari Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, yang menekankan dominasi posisi Iran atas ketidakmampuan lawan dalam mewujudkan ancaman mereka.
Negosiasi di Islamabad
Sebagai tindak lanjut dari eskalasi yang terjadi, Iran mengonfirmasi akan menggelar negosiasi di Islamabad, Pakistan, dalam kurun waktu 15 hari ke depan. Pertemuan tersebut dijadwalkan untuk membahas rincian teknis penyelesaian konflik.
Pihak Pakistan, selaku mediator, melaporkan bahwa Amerika Serikat telah menerima prinsip-prinsip yang diajukan Iran sebagai basis negosiasi, meskipun sebelumnya sempat melontarkan berbagai ancaman.
Rencana 10 Poin Iran
Teheran telah menyampaikan proposal yang memuat 10 poin utama kepada Washington melalui perantara Pakistan. Poin-poin tersebut menunjukkan posisi tawar Iran yang sangat tinggi, di antaranya.
Kendali Maritim
Penetapan protokol lintasan terkendali dan aman di Selat Hormuz yang berada di bawah koordinasi serta jaminan kendali penuh Iran.
Keamanan Regional
Penghentian total peperangan terhadap seluruh elemen Poros Perlawanan (Axis of Resistance).
Demiliterisasi AS: Penarikan seluruh pasukan Amerika Serikat dari pangkalan dan posisi militer di kawasan Timur Tengah.
Pemulihan Ekonomi
Pencabutan seluruh sanksi primer maupun sekunder, resolusi Dewan Keamanan PBB, serta pelepasan seluruh aset Iran yang dibekukan di luar negeri, Pemberian kompensasi penuh kepada Iran atas kerugian yang dialami.
Menuju Hukum Internasional
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa adopsi poin-poin tersebut ke dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB bersifat wajib agar menjadi hukum internasional yang mengikat.
“Persetujuan resolusi ini akan menjadi kemenangan diplomatik besar bagi bangsa Iran dan mengubah peta kekuatan internasional secara permanen,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Langkah diplomatik di Islamabad mendatang akan menjadi penentu apakah poin-poin krusial ini dapat diimplementasikan guna mengakhiri ketegangan di kawasan secara total.














