Fasilitas Umum Rusak, Wisata Kulcim Milik Siapa?

boniterbitjabar

Wisata kuliner Cimanuk

TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Kawasan wisata Kuliner Cimanuk (Kulcim) di Kabupaten Indramayu menjadi sorotan warga. Meski memiliki nilai historis dan posisi geografis yang sangat strategis, destinasi wisata yang terletak di titik nol Indramayu ini dinilai belum mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah daerah.

Wisata Kulcim sejatinya menyimpan potensi besar sebagai ikon kota. Berada tak jauh dari pusat pemerintahan, Masjid Agung, serta berbagai fasilitas publik dan pendidikan, kawasan ini seharusnya menjadi wajah kebanggaan daerah.

​Nama “Cimanuk” bukan sekadar label bagi kawasan wisata ini. Sungai Cimanuk memegang peranan vital dalam perjalanan sejarah Indramayu.

Dahulu, kawasan ini merupakan pusat perdagangan dan titik berlabuhnya kapal-kapal niaga, yang sekaligus menjadi akar filosofis di balik penamaan Kabupaten Indramayu itu sendiri.

Menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata unggulan bukan hanya sekadar menambah ruang terbuka hijau, tetapi juga upaya melestarikan memori kolektif masyarakat tentang asal-usul daerah mereka.

​Namun, keistimewaan lokasi tersebut saat ini tampak tertutup oleh kurangnya perawatan. Berdasarkan pantauan, kawasan Kulcim kini terlihat monoton dan minim pemeliharaan. Beberapa kondisi yang dikeluhkan pengunjung antara lain.

Sebagian Lantai taman Kulcim rusak tidak terurus dengan baik

Fasilitas yang Tidak Terurus, Fasilitas publik seperti tempat duduk dan area bermain anak tampak tidak terawat.

Rumput liar tumbuh meninggi di sekitar taman, mengurangi estetika kawasan, Pemandangan sungai terganggu oleh hamparan tanaman eceng gondok yang menutupi permukaan air.

Tanaman di Kulcim Indramayu

Kawasan ini dinilai minim sentuhan warna dan kreativitas, sehingga gagal memberikan daya tarik bagi pengunjung untuk singgah atau berlama-lama.

Banyak pihak beranggapan bahwa dengan lokasi yang begitu strategis, Kulcim sangat layak untuk “disulap” menjadi destinasi wisata kota yang modern dan nyaman.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Indramayu tidak lagi memandang sebelah mata kawasan ini.

Revitalisasi menjadi kata kunci yang dinantikan. Pembangunan fasilitas yang serius, penataan taman kota yang apik, serta manajemen kebersihan sungai yang berkelanjutan diyakini mampu mengubah wajah Kulcim.

Serpihan tempat duduk yang perlu di bangun kembali

Jika dikelola dengan niat yang sungguh-sungguh, Kulcim berpotensi besar untuk bersaing dan menjadi destinasi wisata yang membanggakan, tidak hanya bagi warga lokal tetapi juga sebagai daya tarik bagi para pendatang dari kota tetangga.

Kini, bola panas ada di tangan pemangku kebijakan. Akankah kawasan bersejarah ini dibiarkan meredup, atau akan dipoles menjadi permata baru di tengah Kota Mangga?

Satu pemikiran pada “Fasilitas Umum Rusak, Wisata Kulcim Milik Siapa?”

Tinggalkan komentar

Hot Nows ionicons-v5-c