Today

​Dorong Kemandirian Ekonomi, H.Ruswa Siap Perjuangkan Aspirasi Pelaku UMKM di Lohbener

boniterbitjabar

Upaya menciptakan masyarakat yang mandiri melalui pemberdayaan ekonomi terus diperkuat. Hal ini mengemuka dalam acara silaturahmi
Upaya menciptakan masyarakat yang mandiri melalui pemberdayaan ekonomi terus diperkuat. Hal ini mengemuka dalam acara silaturahmi


​TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Upaya menciptakan masyarakat yang mandiri melalui pemberdayaan ekonomi terus diperkuat. Hal ini mengemuka dalam acara silaturahmi yang digelar di Kecamatan Lohbener, yang dihadiri oleh jajaran PAC PKS Lohbener, tokoh masyarakat, serta puluhan pelaku UMKM yang didominasi oleh perwakilan kaum perempuan.

​Dalam sambutannya, tokoh masyarakat sekaligus politisi PKS, H. Ruswa, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kehadiran para undangan, khususnya para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu, serta para pelaku UMKM yang telah menyempatkan hadir dalam acara ini. Kehadiran Bapak/Ibu sekalian menjadi semangat bagi kami untuk terus memperjuangkan hak-hak ekonomi rakyat,” ujar H. Ruswa mengawali pidatonya.

H.Ruswa menegaskan komitmennya untuk mendorong penuh peran UMKM di Kabupaten Indramayu sebagai motor penggerak lapangan pekerjaan. Menurutnya, PKS akan terus bersinergi dengan anggota DPRD Indramayu sebagai instrumen pemerintah untuk memastikan aspirasi masyarakat terserap dengan baik.

“Kami fokus pada pembinaan ekonomi kreatif agar kelompok perempuan, khususnya ibu-ibu yang tidak bekerja secara formal, tetap memiliki aktivitas produktif yang menghasilkan pendapatan tambahan. PKS akan mendorong pemerintah agar hadir secara konkret dalam memberikan fasilitas,” lanjutnya.

Pemanfaatan Perda Ekonomi Kreatif Jawa Barat

Lebih lanjut, H. Ruswa menjelaskan pentingnya payung hukum dalam pengembangan usaha, yakni Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Perda ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pengusaha, membuka lapangan kerja, hingga menurunkan angka kemiskinan di daerah.

“Pengembangan ekonomi kreatif adalah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas. Tujuannya jelas, untuk menyejahterakan masyarakat Indramayu, menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta memaksimalkan potensi sumber daya manusia di desa-desa,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Perda tersebut menjadi pedoman dalam mewujudkan ‘Desa Kreatif’ yang mampu mengoptimalkan potensi lokal untuk kemandirian ekonomi serta mendorong iklim investasi di sektor pariwisata.

​Usulan Kawasan Kuliner Desa Lari Dapi

Dalam sesi tanya jawab, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya usulan yang disampaikan. Salah satu poin krusial yang diusulkan warga adalah pembentukan kawasan wisata kuliner di sekitar lapangan Desa Lari Dapi.

Warga berharap pemerintah dapat memberikan keberpihakan untuk menyulap kawasan tersebut menjadi pusat ekonomi baru. Menanggapi hal itu, H. Ruswa berkomitmen untuk memperjuangkan usulan tersebut agar terealisasi, sehingga dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan penghasilan warga setempat secara berkelanjutan.

Related Post

Tinggalkan komentar