TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Masalah pengelolaan limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pecuk, Kabupaten Indramayu, kian meresahkan. Para pengguna jalan dan masyarakat sekitar mengeluhkan genangan air lindi (limbah cair sampah) yang beraroma busuk dan terkesan dibiarkan tanpa penanganan serius dari pihak terkait.
Berdasarkan pantauan di lapangan, air endapan berwarna hitam pekat yang berasal dari proses fermentasi tumpukan sampah tersebut tampak menggenang di area depan TPA. Selain merusak pemandangan, bau menyengat yang ditimbulkan sangat mengganggu pernapasan siapa pun yang melintasi jalur tersebut.
Kurnata, salah seorang warga Blok Pecuk, menyampaikan keresahannya terhadap kondisi yang sudah berlangsung cukup lama ini. Ia menilai, pihak pengelola TPA maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu seolah tutup mata terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.
“Genangan air limbah ini dibiarkan begitu saja hingga menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat tepat di depan TPA. Sejauh ini, belum ada tindakan nyata dari dinas terkait untuk mengatasinya,” ujar Kurnata kepada awak media pada hari Selasa (3/2/2026) dilokasi.

Foto: Cairan Limbah TPA Pecuk Timbulkan Bau Menyengat, Pada Selasa (2/2/2026)
Kondisi ini diperparah dengan volume sampah yang terus meningkat setiap harinya. Sebagai pusat pembuangan sampah utama bagi hampir seluruh warga Kabupaten Indramayu, TPA Pecuk menampung berbagai jenis sampah organik maupun non-organik yang kini telah menumpuk hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera mengambil langkah taktis dalam menanggulangi limbah cair tersebut.
”Kami berharap segera ada penanggulangan. Kasihan warga dan pengguna jalan yang harus selalu menutup hidung saat lewat. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi lingkungan di sini akan semakin parah dan berisiko bagi kesehatan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu terkait solusi penanganan limbah di TPA Pecuk tersebut.














