TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Ratusan petani di Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, menggelar aksi damai untuk menyuarakan kondisi darurat yang tengah menimpa sektor pertanian mereka.
Langkah ini diambil menyusul terjadinya kekeringan hebat yang mengancam mata pencaharian utama masyarakat setempat.
Dalam aksi tersebut, para petani menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi lahan persawahan mereka yang kian mengering. Sawah-sawah yang selama ini menjadi roda penggerak perekonomian warga kini berada dalam kondisi kritis akibat minimnya pasokan air, Pada Hari Selasa (14/7/2026).
Jika tidak ada penanggulangan secara cepat dan tepat dari pihak-pihak terkait, wilayah Gabuswetan dipastikan akan menghadapi risiko gagal panen massal.
Situasi ini tentu menjadi pukulan berat bagi masyarakat yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari hasil bumi.
Menanggapi krisis ini, masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan untuk memberikan solusi konkret, seperti percepatan normalisasi saluran irigasi atau penyediaan bantuan pompa air darurat.
BACA JUGA :
Waspada, AJB Tidak Sesuai NOP Berisiko Cacat Hukum; Advokat TABRONI, S.H.: “Bisa Berujung Sengketa”
Meski dibayangi kecemasan akan kerugian besar, para petani di Gabuswetan menyatakan akan tetap mendesak jalur-jalur komunikasi resmi dan terus berikhtiar demi menyelamatkan tanaman padi mereka yang tersisa.
Reporter: Roni







