Today

Rayakan Hardiknas, Santri MA Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Unjuk Gigi di Sidang KTI

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di MA Pesantren Al-Urwatul Wutsqo, Kabupaten Indramayu, berlangsung khidmat
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di MA Pesantren Al-Urwatul Wutsqo, Kabupaten Indramayu, berlangsung khidmat

TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di MA Pesantren Al-Urwatul Wutsqo, Kabupaten Indramayu, berlangsung khidmat namun berbeda dari biasanya.

Tak sekadar upacara seremonial, para santri kelas XII justru merayakan momentum ini dengan unjuk kemampuan intelektual melalui Sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang digelar pada Sabtu, (2/5/2026).

Sejak pagi, Aula madrasah dipenuhi atmosfer penuh konsentrasi. Berbekal naskah penelitian yang disusun selama satu bulan terakhir, para santri bergantian menaiki mimbar untuk mempertanggungjawabkan hasil pemikiran mereka di hadapan dewan para penguji.

Kepala Madrasah MA Al-Urwatul Wutsqo, Mustafid Kisahqu, menegaskan bahwa Sidang KTI ini merupakan puncak dari proses pembelajaran panjang para santri.

Menurutnya, kegiatan ini adalah langkah nyata dalam mengejawantahkan semangat pendidikan nasional.

“Hardiknas ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang menerima ilmu, tetapi juga melahirkan gagasan. Sidang KTI ini adalah bukti nyata bahwa santri kami mampu berpikir kritis, sistematis, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujar Mustafid.

Topik yang diangkat para santri tergolong cukup berani dan variatif. Tidak hanya terpaku pada teks keagamaan klasik, penelitian mereka mencakup.

Moderasi Beragama, Penerapan toleransi dalam kehidupan sehari-hari, Pemberdayaan Masyarakat, Solusi ekonomi berbasis kemaslahatan umat.

Pengurus Madrasah Aliyah Pesantren Al-urwatul Wutsqo Kabupaten Indramayu

Salah satu peserta sidang mengungkapkan rasa bangganya setelah melewati proses tanya jawab yang cukup ketat dengan penguji.

“Ini bukan sekadar ujian akhir, melainkan pembuktian bahwa santri juga bisa berbicara banyak dalam ranah akademis. Kami diajarkan untuk tidak hanya menghafal, tapi juga meneliti,” ungkapnya dengan penuh haru.

Pelaksanaan sidang ini menjadi simbol kuat bahwa pendidikan pesantren di masa kini terus bertransformasi. MA Pesantren Al-Urwatul Wutsqo membuktikan bahwa penguatan aspek spiritual dapat berjalan beriringan dengan ketajaman intelektual.

​Dengan tuntasnya Sidang KTI ini, pihak madrasah berharap lulusannya tidak hanya cakap secara akhlak, tetapi juga memiliki bekal literasi yang kuat untuk menghadapi tantangan di jenjang perguruan tinggi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Related Post

Tinggalkan komentar