Today

Buruh Migran di Taiwan Tuntut Kesetaraan Pensiun dan Asuransi pada Aksi 1 Mei

Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, kelompok aktivis buruh di Taiwan menyerukan aksi solidaritas besar besaran yang akan digelar
Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, kelompok aktivis buruh di Taiwan menyerukan aksi solidaritas besar besaran yang akan digelar

TERBITJABAR.COM | TAIPEI – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, kelompok aktivis buruh di Taiwan menyerukan aksi solidaritas besar besaran yang akan digelar pada 1 Mei mendatang di Taipei.

Seruan ini membawa misi utama yakni, menuntut pemerintah Taiwan untuk menghapus diskriminasi struktural dalam sistem perlindungan sosial bagi pekerja migran.

Dalam konferensi pers yang digelar di Bulevar Ketagalan pada Kamis (17/4/2026), Terikat Buruh Industri Perawatan Taiwan (SBIPT) mengajak seluruh pekerja migran untuk turun ke jalan.

Mereka mendesak agar pekerja asing dimasukkan ke dalam skema pensiun baru serta mendapatkan perlindungan asuransi tenaga kerja yang menyeluruh tanpa memandang sektor pekerjaan.

SBIPT menyoroti adanya ketimpangan nyata dalam sistem perlindungan sosial saat ini. Meski buruh migran menjadi tulang punggung di sektor manufaktur, konstruksi, dan perawatan jangka panjang, mereka dinilai masih menghadapi hambatan sistematis untuk mengakses kesejahteraan di masa tua.

Sektor Manufaktur & Konstruksi: Pekerja di sektor ini sulit mendapatkan manfaat di bawah skema pensiun lama karena adanya syarat masa kerja minimal 10 tahun pada pemberi kerja yang sama.

Sektor Perawatan Domestik: Pekerja rumah tangga bahkan lebih rentan karena hingga saat ini belum tercakup dalam sistem pensiun maupun asuransi tenaga kerja resmi.

Marni, perwakilan dari SBIPT, menegaskan pentingnya pemerintah Taiwan melakukan revisi regulasi. Ia meminta agar sistem pensiun tidak lagi membedakan pekerja berdasarkan kewarganegaraan, status, maupun bentuk hubungan kerja.

Selain itu, SBIPT mengusulkan langkah konkret untuk meringankan beban semua pihak, Memasukkan pekerja perawatan domestik ke dalam sistem asuransi tenaga kerja nasional.

Subsidi Premi, Mendesak pemerintah meningkatkan subsidi premi bagi pekerja perawatan hingga 50%, yang bertujuan untuk meringankan beban finansial keluarga pemberi kerja sekaligus menjamin hak pekerja.

Dukungan juga datang dari Ketua Confederation of Taipei Trade Unions, Chiu Yi-kan. Ia menegaskan bahwa kontribusi besar pekerja migran terhadap industri nasional seharusnya diganjar dengan perlindungan yang setara dengan pekerja lokal.

“Pekerja migran adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan Taiwan. Sudah sepatutnya perlindungan mereka setara dengan pekerja lokal,” ujar Chiu Yi-kan.

Aksi pawai 1 Mei dijadwalkan akan dimulai pukul 12.00 siang dengan titik kumpul di Bulevar Ketagalan. Massa kemudian akan bergerak menuju Yuan Legislatif untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Sejumlah organisasi pekerja migran lainnya dipastikan akan bergabung dalam aksi tersebut untuk memperkuat tekanan kepada pembuat kebijakan***

Tinggalkan komentar