TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Proyek revitalisasi kawasan Sport Center (SC) Indramayu dipastikan gagal total tahun ini.
menyusul, keputusan dari Gubernur Jawa Barat yang mencoret usulan dana hibah senilai Rp200 miliar dalam evaluasi efisiensi anggaran tahun 2026.
Alasan utama pembatalan ini adalah penilaian bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari pemborosan anggaran serta dinilai tidak masuk dalam skala prioritas pelayanan anggaran dasar.
Anggota Komisi III DPRD Indramayu, Ruswa, membenarkan bahwa anggaran fantastis tersebut telah dialihkan untuk belanja wajib yang lebih mendesak, seperti perbaikan jalan rusak dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) guna menekan angka kriminalitas.
“Bahasa kasarnya dicoret. Hasil evaluasi mengharuskan anggaran diprioritaskan untuk pelayanan dasar masyarakat. Otomatis revitalisasi SC batal total,” tegas Ruswa saat ditemui di Gedung DPD PKS, Senin (5/1/2026).
Ia menilai rencana pembangunan Revitalisasi Sport Center Indramayu tersebut dicap sebagai “rapor merah” karena dianggap mengabaikan urusan rakyat yang lebih urgen dari pembangunan sport center.
Kabar pembatalan ini memicu gelombang kekecewaan dari kalangan pelaku UMKM di kawasan Sport Center, Ketua Paguyuban Pedagang SC, Nurbaeti, perwakilan dari pedagang mengungkapkan bahwa, pedagang merasa dikhianati oleh janji pemerintah yang sebelumnya sempat terucap manis.
“Kami merasa dibohongi. Sudah lelah didata berkali-kali, tapi hasilnya nihil. Dengan dicoretnya proyek ini, geliat ekonomi di SC akan tetap jalan di tempat. Jangan biarkan Sport Center kumuh begitu saja!” ujar Nurbaeti dengan nada kecewa.
Setidaknya, ada 4 Tuntutan Pedagang kepada Pemkab Indramayu, Merespons kegagalan proyek tersebut, para pedagang yang didampingi pembina pedagang, Supardi, menyampaikan tuntutan keras kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Mereka mendesak, Agar Pemkab Indramayu tidak lepas tangan meski dana hibah dari provinsi telah raib.
Salah satu tuntutanya, Mendesak penggusuran warung remang-remang yang menjamur di kawasan olahraga.
Relokasi Warung Pelangi, Menuntut penataan ulang lapak pedagang agar lebih rapi dan tidak mengganggu lintasan olahraga.
Perbaikan Fasilitas Umum, Meminta perbaikan fasilitas dasar seperti lampu penerangan yang mati, toilet yang tersumbat, dan sarana sanitasi lainnya.
Serta, Penyediaan Tempat Ibadah, Supardi, Menuntut agar dilaksanakannya pembangunan tempat ibadah yang layak di area sport center untuk publik tersebut.
“Kalau dana 200 miliar itu raib, minimal perbaiki fasilitas yang ada secara mandiri, Perbaiki lampu dan toilet juga, Jangan biarkan tempat favorit warga untuk olahraga ini gelap dan menjadi sarang kejahatan,” tegas Supardi.
Hingga berita ini diturunkan, kawasan Sport Center masih menjadi pusat aktivitas kebugaran warga Indramayu di akhir pekan, meskipun kondisinya dinilai semakin memprihatinkan akibat ketiadaan perawatan dan penataan yang jelas.















Satu pemikiran pada “Anggaran Revitalisasi Sport Center Indramayu Tahun 2026 dicoret Jabar Kenapa?”