TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Maraknya penggunaan jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan Kabupaten Indramayu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Mengingat risiko fatal yang dapat ditimbulkan, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengimbau masyarakat dan pendatang untuk meningkatkan kewaspadaan.
Melalui unggahan di kanal TikTok resminya, @LuckyHakimPedia, pada Sabtu (17/1/2026), Lucky Hakim mengungkapkan kegelisahannya atas penggunaan alat tersebut yang kerap memakan korban jiwa.
Ia menegaskan bahwa keselamatan nyawa harus menjadi prioritas utama di atas upaya pembasmian hama.
Pesan Khusus untuk Mahasiswa KKN
Secara khusus, Bupati Lucky Hakim memberikan arahan kepada para mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang saat ini tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai desa di wilayah Indramayu.
”Bagi adik-adik mahasiswa UNPAD yang sedang KKN, saya minta untuk selalu waspada saat berada di kawasan persawahan. Pastikan selalu bertanya kepada warga sekitar mengenai kondisi lahan yang akan dilewati agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Lucky dalam keterangannya.
Imbauan Keselamatan
Selain kepada mahasiswa, ia juga meminta para petani untuk memikirkan ulang dalam penggunaan jebakan tikus dengan aliran listrik, sebagai alat pembasmi tikus karena sangat berbahaya bagi keselamatan manusia.
Langkah preventif dan komunikasi dengan warga lokal dianggap menjadi kunci utama untuk mengetahui serta mencegah jatuhnya korban baru di area persawahan.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya melakukan sosialisasi terkait metode pengendalian hama yang lebih aman bagi lingkungan dan manusia.














