Today

Sengketa Tanah Kuburan di Blok Pecuk Kembali Memanas, Dua Keluarga Nyaris Baku Hantam

Konflik lama terkait sengketa tanah pemakaman umum di Blok Pecuk kembali viral, Ipda Solehudin memberikan penjelasan
Konflik lama terkait sengketa tanah pemakaman umum di Blok Pecuk kembali viral, Ipda Solehudin memberikan penjelasan

TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Konflik lama terkait sengketa tanah pemakaman umum di Blok Pecuk, Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, kembali membara.

Ketegangan antar-keluarga tak terhindarkan saat sebuah prosesi pemakaman dihadang oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik sah lahan tersebut.

Kisruh saling klaim sengketa tanah kuburan oleh dua kubu di blok Pecuk Desa Panyindangan kulon Gambar: tangkapan layar.

Insiden ini dibenarkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Panyindangan Kulon, Ipda Solehudin. Saat menyambangi lokasi kejadian pada Sabtu (13/6/2026), ia mengonfirmasi bahwa situasi di pemakaman umum Blok Pecuk sempat memanas.

“Iya, ada kisruh masalah lama. Perkara tanah kuburan yang dulu sempat viral, hari ini kembali terulang lagi,” tegas Ipda Solehudin kepada awak media.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, keributan bermula ketika sejumlah warga hendak menggali liang lahat untuk memakamkan salah satu jenazah.

Namun, aktivitas tersebut langsung dihadang oleh pihak keluarga yang mengklaim bahwa area tanah tersebut adalah milik pribadi, bukan fasilitas pemakaman umum.

Aksi saling kekeh pun terjadi. Di satu sisi, pihak ahli waris tanah bersikeras melarang lahan mereka digunakan. Di sisi lain, pihak keluarga jenazah tetap memaksa agar proses pemakaman tetap dilanjutkan di lokasi tersebut karena menurut keterangan yang didapat tanah tersebut sudah menjadi hal milik.

Lokasi Pemakaman umum blok Pecuk Desa Panyindangan kulon

Misem (57), anak dari pemilik lahan yang dijadikan area pemakaman, mengungkapkan rasa keberatan dan kekecewaannya atas pemaksaan yang terus berulang ini.

Menurut Misem, pihak keluarganya tidak tinggal diam dan telah menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan sengketa yang berlarut-larut ini.

“Masalah ini sebenarnya sudah kami laporkan ke pihak berwajib. Kami bahkan sudah menyewa pengacara untuk menangani perkara ini, tetapi sampai sekarang belum ada titik terang,” ungkap Misem dengan nada kecewa.

Merembet ke Media Sosial, Pemdes Turun Tangan
​Konflik di tengah area pemakaman ini sempat membuat heboh jagat maya setelah videonya beredar di Facebook, serta memicu kekhawatiran mendalam bagi masyarakat sekitar Blok Pecuk.

Pasalnya, jika terus dibiarkan tanpa solusi yang konkrit, ketegangan antara dua kelompok keluarga ini dikhawatirkan dapat memicu bentrok fisik yang lebih besar.

Pemerintah Desa (Pemdes) Panyindangan Kulon dilaporkan terus berperan aktif untuk memediasi kedua belah pihak agar permasalahan ini segera menemukan jalan keluar (win-win solution).

Hingga berita ini ditayangkan pada Sabtu (13/6/2026) malam, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait mengenai kelanjutan proses pemakaman tersebut.

Reporter: Hermanto

Related Post

Tinggalkan komentar