TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU — Lonjakan tagihan Air yang tidak wajar dikeluhkan oleh seorang pelanggan Perumdam Tirta Dharma Ayu (PDAM) Kabupaten Indramayu.
Wasta, warga Desa Sukasari Blok Dongkal RT 08/RW 02, Kecamatan Arahan, merasa heran lantaran tagihan air ledeng untuk saluran nomor 4101008444 atas nama Daswin (RT 07/RW 02) mendadak melonjak drastis hingga mencapai Rp1.638.847 pada Juli 2026.
Padahal, menurut Wasta, rata-rata pengeluaran normal untuk pembayaran air setiap bulannya biasanya berkisar antara Rp200.000 hingga Rp250.000.
“Tagihan bulan Mei sebesar Rp209.640 dan untuk bulan Juni sebesar Rp209.640. Jika dijumlahkan dua bulan itu hanya sekitar Rp419.280, masa untuk satu bulan Juli bisa melonjak jadi Rp1.638.847? Kan aneh,” ujar Wasta, Rabu (12/8/2026).
Wasta menilai manajemen PDAM diduga bekerja asal-asalan dalam mencatat tagihan yang dinilai tidak masuk akal tersebut. Permasalahan serupa sebelumnya juga sempat terjadi tiga minggu lalu.
Berdasarkan hasil cetak (print out) pemakaian air yang dikeluarkan oleh Unit Arahan saat itu, tagihan gabungan bulan Mei dan Juni tercatat sebesar Rp1.747.099.
Ketika dikonfirmasi, pihak Unit Arahan berdalih bahwa nominal tersebut merupakan ketentuan dari sistem pusat yang tidak dapat diubah.
Namun, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan data di aplikasi website resmi PDAM, di mana tagihan untuk dua bulan yang sama (Mei dan Juni) tercatat hanya Rp419.280 dan sudah dibayarkan.
“Kalau memang dari sistem, mengapa hasilnya bisa berbeda jauh? Ada apa dengan PDAM?” keluhnya.
Pada Selasa, 11 Agustus 2026, Wasta kembali mendapati lonjakan drastis pada tagihan bulan Juli di website resmi PDAM sebesar Rp1.638.847.
Ia menduga ada permainan di balik penetapan angka tagihan tersebut dan mendesak pihak berwenang untuk transparan mengenai jumlah volume air yang digunakan.
Upaya Wasta untuk mencari kejelasan bertepuk sebelah tangan. Ia mengaku telah berusaha menghubungi Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Ayu, Nurpan, serta Hubungan Masyarakat (Humas) PDAM, Budi, namun tidak mendapatkan tanggapan sama sekali.
Kondisi ini membuatnya sangat kecewa terhadap pelayanan manajemen PDAM Tirta Dharma Ayu yang dinilai menutup diri dari aduan pelanggan, berbanding terbalik dengan klaim keterbukaan informasi yang selama ini digaungkan.
“Saya merasa kecewa dengan manajemen Perumdam Tirta Dharma Ayu yang seakan tutup mata. Saya harus mengadu ke siapa lagi,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Kritik tajam terhadap tata kelola perusahaan pelat merah ini turut diperkuat oleh pernyataan Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah (PKSPD), O’ushj Dialambaqa yang akrab disapa Oo dalam sebuah kesempatan podcast, di mana ia sempat melontarkan kritik keras terhadap manajemen Perumdam Tirta Dharma Ayu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Perumdam Tirta Dharma Ayu belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
Wasta berharap ada kejelasan transparan mengenai rincian kubikasi pemakaian air demi memberikan rasa nyaman bagi pelanggan, sejalan dengan visi Indramayu REANG.







