TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Persoalan penumpukan sampah di Blok Kujang, Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, kian memprihatinkan.
Kondisi lingkungan yang kotor ini memicu kekesalan warga setempat. Ironisnya, penanganan masalah krusial ini justru diwarnai aksi saling lempar tanggung jawab antara Pemerintah Desa (Pemdes) Lamaran Tarung dan organisasi Karang Taruna desa setempat.
Aksi saling lempar tanggung jawab ini dinilai tidak etis, mengingat sampah merupakan cerminan dari kebersihan dan potret kehidupan masyarakat desa.
Ketidakjelasan tata kelola pembuangan sampah membuat area Blok Kujang kini dipenuhi tumpukan limbah domestik yang tidak terurus.
Sekretaris Karang Taruna Desa Lamaran Tarung, Nurul, membeberkan duduk perkara mandeknya pengelolaan sampah tersebut.
Menurutnya, pada awalnya pihak Karang Taruna yang memegang penuh tanggung jawab penanganan sampah di wilayah tersebut.
Namun, seiring berjalannya waktu, kebijakan tersebut diambil alih langsung oleh Kepala Desa (Kuwu) beserta jajaran Pemdes Lamaran Tarung.
“Awalnya memang Karang Taruna yang bertanggung jawab atas sampah. Akan tetapi, setelah berjalan waktu, Pak Kuwu (Kepala Desa) mengambil alih penanganan sampah tersebut.
Tapi setelah diambil alih Pemdes, kenyatannya tidak ada tindakan atau penanganan konkret sampai sekarang,” ungkap Nurul saat dikonfirmasi, Pada Hari Rabu (1/7/2026).
Melihat kondisi yang kian terbengkalai, Nurul menegaskan bahwa pihak Karang Taruna siap turun tangan kembali untuk mengatasi persoalan sampah di Blok Kujang.
Kendati demikian, ia meminta adanya komunikasi yang transparan dari pihak Pemdes agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.
“Kalau memang dari pihak Pemdes tidak bisa bertanggung jawab atas kebijakan permasalahan sampah ini, tidak jadi masalah bagi kami. Kami dari keluarga besar Karang Taruna siap turun tangan kembali untuk menangani sampah ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi secara lisan maupun tertulis sangat diperlukan agar Karang Taruna dapat bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka.
Nurul berharap hubungan antara Pemdes dan Karang Taruna tidak terlihat berseberangan dalam menata pemerintahan di Desa Lamaran Tarung.
Harapan Sinergitas Pemdes dan Masyarakat
Sebagai bagian dari lembaga desa, Karang Taruna menyatakan akan selalu patuh terhadap instruksi pimpinan, dengan catatan pemimpin tersebut dapat bersikap tegas dan bijaksana.
“Kita sebagai bawahan tentu manut (patuh) dengan pemimpin, tapi pemimpin yang tegas dan bijak. Kami siap bertugas sesuai tupoksi kami,” lanjut Nurul.
Mengakhiri keterangannya, Nurul mengajak seluruh jajaran Pemerintah Desa Lamaran Tarung serta elemen masyarakat untuk bahu-membahu membenahi lingkungan demi mewujudkan desa yang lebih baik, bersih, dan kondusif dalam segala aspek.
Keluhan Sampah Blok Kujang Mandeg, Respons Pemdes Lamaran Tarung Malah Bilang “Embuh”
Sampai berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Lamaran Tarung belum memberikan keterangan resmi terkait mandeknya penanganan sampah di Blok Kujang tersebut.
Reporter: Hermanto








Satu pemikiran pada “Imbas Sampah Terbengkalai di Blok Kujang, Perseteruan Kuwu vs Karang Taruna Mencuat ke Publik”