TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Geliat usaha mikro sektor kuliner di Kabupaten Indramayu terus menunjukkan eksistensinya. Salah satunya adalah usaha pembuatan lontong tradisional milik Ibu Saminih, warga Blok Bangkir Kunir, Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener.
Usaha yang telah ditekuni dalam waktu cukup lama ini mampu mempertahankan produktivitasnya di tengah persaingan pasar. Saat ditemui di kediamannya pada Rabu (7/1/2026).
Saminih, mengungkapkan bahwa dalam sehari ia mampu mengolah hingga 20 kilogram beras untuk dijadikan lontong.
Produksi Tradisional dan Pemberdayaan
Dalam menjalankan produksinya, Saminih dibantu oleh satu orang karyawan. Proses pembuatan lontong tetap mempertahankan cara tradisional, yakni menggunakan pembungkus daun pisang alami untuk menjaga cita rasa dan aroma yang khas.
“Usaha ini sudah berjalan lama. Setiap harinya rata-rata menghabiskan kurang lebih 20 kilo beras,” ujar Saminih kepada awak media.
Alur Distribusi
Meski dikelola dalam skala rumahan, sistem distribusi lontong milik Ibu Saminih sudah terstruktur. Hasil produksi tersebut tidak dijual secara eceran oleh dirinya sendiri, melainkan disalurkan melalui sistem pengepul.
“Dari sini, lontong-lontong yang sudah jadi diambil oleh tengkulak untuk kemudian dipasarkan kembali ke pasar-pasar tradisional di wilayah sekitar,” tambahnya.
Kehadiran usaha kecil seperti ini diharapkan dapat terus mendapat dukungan, mengingat perannya dalam menggerakkan ekonomi lokal dan menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitar desa.














