Today

Sungai Cimanuk Rambatan Kulon Kembali Meluap, Warga Diminta Tetap Waspada

boniterbitjabar

Debit air Sungai Cimanuk di wilayah Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, dilaporkan kembali mengalami peningkatan
Debit air Sungai Cimanuk di wilayah Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, dilaporkan kembali mengalami peningkatan

TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Debit air Sungai Cimanuk di wilayah Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, dilaporkan kembali mengalami peningkatan hingga meluap pada Kamis (12/2/2026).

Meskipun air mulai naik ke permukaan, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai dampak kerugian atau genangan di permukiman warga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, luapan air sungai ini memicu kekhawatiran mengingat riwayat banjir sebelumnya yang sempat merendam beberapa titik.

Sebagai catatan, wilayah ini memiliki titik rawan seperti di Blok Waledan dan Desa Pabean Ilir, yang sebelumnya terdampak akibat meluapnya Air Sungai Cimanuk serta jebolnya tanggul di Blok Pulo akibat luapan tersebut di Desa Rambatan Kulon.

Kondisi Sungai Cimanuk Rambatan Kulon Pada Hari Kamis (12/2/2026).

Belum Ada Laporan Kerusakan

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar bantaran sungai masih terpantau fluktuatif. Beruntung, belum ada laporan terbaru mengenai air yang memasuki rumah warga maupun luberan air dan fasilitas publik.

Meski kondisi masih relatif terkendali, masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Cimanuk diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Faktor cuaca yang tidak menentu menjadi alasan utama bagi warga untuk selalu siap siaga menghadapi kemungkinan kenaikan debit air susulan.

Menunggu Keterangan Resmi

Pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu maupun Pemerintah Desa setempat, belum memberikan keterangan resmi terkait status terkini dan langkah antisipasi yang akan diambil.

Warga diharapkan terus memantau informasi dari jalur resmi dan segera melapor jika melihat adanya indikasi tanggul yang kritis atau air yang mulai memasuki wilayah permukiman.

Related Post

Tinggalkan komentar