Today

​Sungai Cimanuk Menghijau dipenuhi Gulma, Kinerja DLH Indramayu Jadi Sorotan

​Kondisi ini memberikan kesan kumuh dan kotor, terutama di titik-titik krusial seperti kawasan Dayung, Kelurahan Bojongsari
​Kondisi ini memberikan kesan kumuh dan kotor, terutama di titik-titik krusial seperti kawasan Dayung, Kelurahan Bojongsari

TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Kondisi Sungai Cimanuk yang melintasi pusat Kabupaten Indramayu memicu keprihatinan warga.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (7/1/2026), aliran sungai kebanggaan masyarakat Indramayu tersebut tampak berwarna hijau gelap dan tertutup rapat oleh tanaman gulma jenis ganggang serta eceng gondok.

​Kondisi ini memberikan kesan kumuh dan kotor, terutama di titik-titik krusial seperti kawasan Dayung, Kelurahan Bojongsari.

Warga setempat mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk segera mengambil langkah nyata dalam normalisasi sungai.

​DLH Indramayu Belum Berikan Keterangan
​Menanggapi keluhan tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke Kantor DLH Kabupaten Indramayu pada Rabu siang.

Upaya ini bertujuan untuk mempertanyakan langkah strategis pemerintah dalam menangani perubahan warna air sungai dan menjamurnya tanaman ganggang yang kian subur.

​Namun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) dilaporkan sedang tidak berada di tempat.

Menurut keterangan petugas penerima tamu di bagian absensi, pimpinan dinas tersebut sedang melakukan kegiatan di luar kantor.

​”Yang bersangkutan sedang ada keperluan di luar kantor,” ujar petugas tersebut singkat kepada media.

​Tumpukan Sampah dan Eceng Gondok Jadi “PR” Besar, Persoalan lingkungan di Indramayu seolah tidak ada habisnya.

Penampakan Sungai Cimanuk Kabupaten Indramayu pada hari Rabu (7/1/2026).

Selain masalah warna air di Sungai Cimanuk, penumpukan sampah dan hamparan eceng gondok di daerah Dayung, Kelurahan Bojongsari, juga menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi DLH yang hingga kini belum tertangani secara tuntas.

​Seorang warga Kelurahan Bojongsari yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa pembersihan harus dilakukan secepat mungkin agar tidak mengganggu ekosistem dan estetika kota.

​”Kami berharap dinas terkait tidak tutup mata. Penampakan air yang hijau dan penuh eceng gondok ini sangat mengganggu pemandangan, apalagi ini di pusat kabupaten. Harusnya segera dibersihkan,” ungkapnya.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DLH terkait jadwal pembersihan maupun penyebab pasti berubahnya warna air Sungai Cimanuk menjadi hijau gelap.

Related Post

Tinggalkan komentar