TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Aksi tanggap dan kepedulian ditunjukkan oleh jajaran Koramil 1602/Sindang di bawah naungan Kodim 0616 Indramayu. Personel TNI bergerak cepat membantu evakuasi sekaligus memediasi penyelesaian insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil ekspedisi dan tiga orang santri di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (12/4/2026). Sebuah mobil Koperasi Desa (Kopdes) milik CV. Kuat Mitra Trasindo tujuan Blitar menabrak tiga santri yang sedang berolahraga (joging) dari arah Desa Terusan menuju Alun-alun Indramayu.
Kecelakaan ini diduga terjadi akibat pengemudi yang mengalami kelelahan atau kantuk, Mendapat laporan tersebut, Dandim 0616 Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, melalui Danramil 1602 Sindang Kapten Inf Arifin, segera menginstruksikan jajaran untuk turun ke lapangan. Ketiga korban langsung dievakuasi ke RSUD Indramayu guna mendapatkan penanganan medis intensif.
“Kami memastikan para korban mendapatkan perawatan terbaik. Kehadiran kami di lapangan adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, terutama saat masyarakat sedang tertimpa musibah,” ujar Kapten Inf Arifin saat menjenguk korban di rumah sakit.
Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Tak hanya memberikan bantuan evakuasi, pihak Koramil 1602/Sindang juga mengambil peran sebagai mediator. Pada Senin (13/4/2026), bertempat di lingkungan Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo, digelar pertemuan mediasi antara pihak ekspedisi, pengurus pesantren, dan para orang tua korban.
Pengasuh Ponpes Al-Urwatul Wutsqo, KH. Agung Mardianto, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Kodim 0616 Indramayu dalam memfasilitasi pertemuan tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini pihak CV. Kuat Mitra Trasindo dan para wali santri telah bersepakat untuk menyelesaikan insiden ini secara kekeluargaan. Terima kasih kepada Danramil dan Babinsa yang telah mendampingi proses ini hingga tuntas,” ungkap KH. Agung.
Rasa syukur juga datang dari pihak keluarga korban. Abdul Mughni, wali santri dari Aziyan Halilah, serta Cecep Sudiarto, wali santri dari Wajihra, menyampaikan terima kasih atas kepedulian TNI dan Polri.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kodim 0616 Indramayu, khususnya Koramil 1602 Sindang. Sejak awal kejadian, mereka mengawal anak-anak kami ke rumah sakit hingga memfasilitasi mediasi ini. Terima kasih juga kepada Polsek Sindang dan pihak pesantren,” tutur mereka.
Berkat mediasi yang dilakukan, kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan perkara ke ranah hukum dan memilih jalan damai dengan pertanggungjawaban penuh dari pihak ekspedisi terhadap pemulihan kesehatan para korban.














