Nasional

BMKG Merilis Prakiraan Cuaca: Bulan November Sudah Mulai Musim Hujan

Diperbarui 29 Oktober 2026

BMKG Merilis Prakiraan Cuaca Hari Ini Bulan November Sudah Mulai
BMKG Merilis Prakiraan Cuaca Hari Ini Bulan November Sudah Mulai

TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU — BMKG merilis prakiraan cuaca wilayah Indonesia untuk periode akhir Oktober 2026. Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang ekstrem.

Meskipun sebagian besar wilayah masih dilanda fenomena udara panas dan kering yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang tetap mengintai di sejumlah daerah.

Kondisi cuaca panas menyengat dan minimnya tutupan awan dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh pengaruh fenomena El Niño sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Berdasarkan pencatatan BMKG, suhu udara maksimum di Indonesia sempat menembus angka fantastis, yakni mencapai 39,2°C di Lampung dan 39°C di Jawa Barat pada 21 Oktober 2026. Sementara itu, wilayah Kalimantan Selatan juga mencatat suhu udara maksimum mencapai 38,7°C.

Kombinasi cuaca terik, berkurangnya tutupan awan, dan minimnya curah hujan ini mempercepat penurunan kadar air vegetasi, sehingga memicu lonjakan titik panas (hotspot) tingkat kepercayaan tinggi.

Wilayah Kalimantan Tengah mencatat titik panas tertinggi mencapai 3.794 titik, disusul Sumatera Selatan (1.595 titik) dan Papua Selatan (1.516 titik). Sebaran asap pun masih terdeteksi meluas di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Anomali Cuaca, Hujan Ekstrem Tetap Mengintai
​Di tengah dominasi udara kering, beberapa wilayah justru mencatatkan curah hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem.

Pencatatan harian menunjukkan curah hujan tertinggi terjadi di Sumatera Utara (190,6 mm/hari), Sumatera Barat (130,7 mm/hari), Aceh (119,0 mm/hari), Kalimantan Barat (83,0 mm/hari), dan Papua Tengah (78,0 mm/hari).

Fenomena hujan lokal berintensitas tinggi ini dipicu oleh aktifnya dinamika atmosfer regional, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG), perlambatan massa udara, serta suhu muka laut yang hangat.

Prakiraan Wilayah Potensi Cuaca Ekstrem (23–29 Oktober 2026) BMKG memprediksi dinamika atmosfer sepekan ke depan masih diwarnai pembentukan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan sedang hingga lebat, kilat/petir, dan angin kencang secara mendadak.

1. Periode 23 – 25 Oktober 2026
​Status Siaga (Hujan Lebat – Sangat Lebat): Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Utara.

Potensi Angin Kencang: Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Hujan Sedang, Kepulauan Riau, Jambi, Sumsel, Kep. Babel, Bengkulu, Banten, Jawa Timur, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Sulbar, Sulsel, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

​2. Periode 26 – 29 Oktober 2026
​Status Siaga (Hujan Lebat – Sangat Lebat): Riau, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Potensi Angin Kencang, Aceh, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

Hujan Sedang, Aceh, Sumut, Sumbar, Kep. Riau, Jambi, Sumsel, Kep. Babel, Bengkulu, DIY, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Sulut, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat
​Menghadapi kondisi cuaca yang serba tidak menentu ini, BMKG menyampaikan sejumlah imbauan penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

​Antisipasi Suhu Panas, Gunakan tabir surya (sunscreen) saat beraktivitas di luar ruangan dan pastikan kecukupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi serta kelelahan ekstrem.

Pencegahan Karhutla, Dilarang keras membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di area sensitif seperti lahan gambut dan semak belukar. Segera laporkan ke pihak berwajib jika menemukan titik api.

Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi, Meski kemarau masih mendominasi, potensi hujan lebat singkat dapat memicu banjir, genangan air, tanah longsor, dan bahaya sambaran petir.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *