TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Aliansi Topi Jerami (ATJ) Kabupaten Indramayu kembali mendatangi Kantor PDAM Tirta Darma Ayu pada Kamis (27/11/2025).
Aksi ini digelar untuk menyuarakan aspirasi dan menuntut pelayanan publik, perbaikan internal PDAM hingga penjelasan terkait isu transfer uang senilai 2 miliar yang belakangan viral di kalangan publik hingga media sosial.
Di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian dari Polres Indramayu, massa ATJ memadati depan gerbang Kantor PDAM.
Mereka terus mendesak agar Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Darma Ayu, Nurpan, segera menemui para pendemo.
Dalam orasinya, salah satu perwakilan aksi dengan tegas menuntut Dirut Nurpan untuk bertanggung jawab kepada publik dan memberikan klarifikasi sejelas-jelasnya mengenai duduk perkara transfer uang tersebut.
”Dirut PDAM Nurpan harus segera menemui kami yang sudah berada di sini!” tegas koordinator lapangan, yang disambut sorakan massa lainnya.
Massa yang bersemangat terus melontarkan kritik dan kalimat tegas, mendesak pejabat air minum daerah Kabupaten Indramayu yang berada di dalam kantor untuk memastikan Dirut keluar menemui mereka.
Pengamanan dari Polres Indramayu sendiri terlihat siaga, mengedepankan pendekatan persuasif meskipun puluhan pendemo terus merangsek dan mencoba mendekati gerbang utama.
Sayangnya, hingga aksi berlangsung, Direktur Utama maupun perwakilan resmi dari PDAM Tirta Darma Ayu tidak ada satupun yang bersedia menemui para pendemo.
Meskipun upayanya menemui Dirut tidak berhasil, massa ATJ pada akhirnya memilih untuk membubarkan diri dari lokasi dan meninggalkan Kantor PDAM Tirta Darma Ayu untuk melanjutkan penyampaian aspirasi mereka di tempat lain.














