Today

Lestarikan Warisan Leluhur, Pemdes Lamaran Tarung Gelar Adat Unjungan Buyut Telep

Tradisi ini dinilai krusial di tengah pesatnya perkembangan zaman. Tanpa adanya kepedulian dari masyarakat untuk menjunjung
Tradisi ini dinilai krusial di tengah pesatnya perkembangan zaman. Tanpa adanya kepedulian dari masyarakat untuk menjunjung

TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Pemerintah Desa (Pemdes) Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, kembali menggelar tradisi tahunan Acara Unjungan Buyut Telep di Blok Pasar Senen.

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengungkap kembali sejarah panjang Buyut Telep guna memperkenalkan nilai-nilai warisan budaya kepada generasi muda.

Tradisi ini dinilai krusial di tengah pesatnya perkembangan zaman. Tanpa adanya kepedulian dari masyarakat untuk menjunjung tinggi warisan leluhur, kebudayaan daerah dikhawatirkan akan terkikis dan hilang dengan sendirinya.

Melalui agenda rutin tahunan ini, Pemdes Lamaran Tarung memberikan sinyal positif kepada publik bahwa adat budaya di Blok Pasar Senen tetap eksis dan terjaga dengan baik.

Tokoh budaya sekaligus kuncen generasi ketiga dari Buyut Telep, Bapak Rumita (70), mengungkapkan pentingnya merawat adat budaya agar tidak hilang dimakan zaman, Ia menegaskan bahwa sejarah dan keberadaan Buyut Telep adalah fakta yang harus terus dipertahankan.

“Kami, sebagai kuncen ketiga dari beberapa generasi sebelumnya, berkomitmen untuk mempertahankan budaya ini. Tujuannya agar sejarah ini tidak hilang dan bisa terus diketahui oleh anak cucu serta masyarakat Desa Lamaran Tarung pada khususnya,” ujar Rumita kepada awak media, Pada Hari Senin (1/6/2026).

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Acara Unjungan Buyut Telep, Bapak Isem, menjelaskan bahwa pemerintah desa bersama masyarakat konsisten menggelar acara ini setiap tahun sekali, Langkah ini diambil sebagai upaya edukasi bagi generasi muda dan generasi yang akan datang.

“Kurang lebihnya seperti itu, kami selaku warga masyarakat percaya kalau budaya dan nenek moyang kami itu ada,” ungkap Isem.

Nama Buyut Telep sendiri merupakan julukan tokoh yang sangat dihormati dan dipercaya oleh warga Desa Lamaran Tarung. Namanya terus diabadikan hingga saat ini sebagai simbol sejarah lokal.

Bagi masyarakat setempat, sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya tersebut agar tidak sirna ditelan waktu.

Reporter: Hermanto

Related Post

Tinggalkan komentar