Today

Mahasiswa Indramayu Desak Transparansi Anggaran dan Pelayanan PDAM Tirta Darma Ayu

boniterbitjabar

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu kembali menjadi sasaran kritik tajam
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu kembali menjadi sasaran kritik tajam

TERBITJABAR.COM | INDRAMAYU – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu kembali menjadi sasaran kritik tajam.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Indramayu Menggugat, dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melakukan aksi Protes di kantor PERUMDAM, Pada Hari Kamis (20/11/2025).

Aksi Protes tersebut, Mendesak adanya keterbukaan penuh atas kinerja PDAM dan pengelolaan anggaran perusahaan plat merah tersebut.

​Aksi ini dipicu oleh rentetan persoalan yang membelit PERUMDAM, termasuk isu terkini mengenai bocornya informasi transfer uang senilai 2 miliar yang viral di kalangan publik.

Para Mahasiswa, menuntut agar jajaran direksi segera bersikap transparan dan akuntabel terkait penggunaan dana publik tersebut, alih-alih menutup-nutupi dengan dalih yang belum jelas.

​Sorotan Tajam Koordinator Lapangan
​Dalam orasinya yang penuh nada kritikan, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Nana, mengecam keras sikap PERUMDAM.

“Kami datang ke sini untuk menuntut hak masyarakat atas pelayanan air bersih yang layak dan tata kelola perusahaan yang jujur” teriak Nana.

​Mahasiswi dari Universitas Pangeran Darma Kusuma ini secara langsung, menghujat pihak PERUMDAM untuk segera melakukan pembenahan mendasar pada pelayanan publik yang selama ini dikeluhkan, serta memberikan litigasi transparansi yang jelas terkait transfer dana 2 miliar.

​”Permasalahan ini bukan hanya soal kinerja, tapi sudah menyentuh integritas, PERUMDAM wajib bertanggung jawab penuh dan membuktikan bahwa tidak ada penyalahgunaan uang rakyat” tegasnya.

​Dirut ‘Menghilang’Tuntutan Audit Menguat
​Kekecewaan mahasiswa memuncak lantaran Direktur Utama PERUMDAM Tirta Darma Ayu yang baru, Nurpan, tidak hadir untuk menemui para pengunjuk rasa.

Ketidakhadiran ini dianggap sebagai wujud ketidakseriusan dan pengabaian terhadap tuntutan mahasiswa.

​Perwakilan PERUMDAM, Hamzah, hanya menyampaikan bahwa Dirut Nurpan sedang “ada kepentingan di luar” dan disebut-sebut berada di Gedung DPRD Indramayu, tanpa menjelaskan maksud dan tujuannya.

Ironisnya, Hamzah mengaku ditelepon langsung dan disuruh hadir oleh Dirut Nurpan, seolah-olah menjadi tameng bagi pimpinan perusahaan.

​Menyikapi melencengnya tata kelola perusahaan daerah ini, Kordinator Lapangan (Korlap) Nana, bahkan mendesak kepada institusi penegak hukum.

“Kami menghimbau agar pihak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Indramayu segera turun tangan, Lakukan audit forensik menyeluruh dan tuntas terhadap keuangan dan manajemen PERUMDAM Tirta Darma Ayu” tutup Nana, memberi sinyal bahwa masalah ini harus dibawa ke ranah hukum.

​Ketidakhadiran Dirut di tengah isu transfer 2 miliar dan tuntutan perbaikan pelayanan publik ini semakin memperkuat pandangan publik bahwa keterbukaan di tubuh PERUMDAM Indramayu masih menjadi barang langka.

Related Post

Tinggalkan komentar